Efeknya, Gabi dkk harus tersingkir di semifinal Copa del Rey setelah dikalahkan rival sekotanya, Real Madrid dengan agregat 5-0. Serta harus merelakan posisi puncak La Liga yang diraihnya selama satu pekan, kepada Barcelona, akibat kekalahan yang diderita kala bertandang ke Almeria.
“Tim mungkin kelelahan, namun kontinuitas yang ada merupakan salah satu faktor kunci yang tim rasakan. Jika tim lain bermain, tidak ada satupun yang yakin kami berada di posisi saat ini. Namun dua kekalahan terjadi di Copa del Rey kala melawan salah satu tim terbaik dunia, Real Madrid,” jelas Simeone, kepada La Gazzetta Dello Sport, Jumat (14/2/2014).
Meski sedang ‘jatuh’, pelatih yang akrab disapa Cholo ini, menolak untuk mengibarkan bendera putih dan menyerah dalam perburuan gelar La Liga. Semua tim dikatakannya, juga akan memiliki waktu-waktu sulit seperti yang dirasakan timnya saat ini.
“Delapan hari yang lalu, kami memimpin La Liga. Cepat atau lambat, semua tim akan mengalami masa-masa sulit, mari kita lihat apa yang dapat kami lakukan setelah 38 pertandingan. Madrid dan Barcelona memiliki kualitas yang dapat membuat perbedaan dalam jangka waktu yang panjang,” lanjut Simeone.
Pelatih asal Argentina ini membicarakan kedalaman skuad dalam hal ini. Memang, jika membandingkan ketiga klub tersebut, Atletico Madrid tidak memiliki skuad sedalam Barcelona ataupun Madrid, namun Simeone masih dapat menerapkan rotasi. Memaksimalkan potensi pemain-pemain anyar seperti Diego dan Jose Ernesto Sosa. Serta Christian Rodriguez, dan Adrian yang kerap kali menghuni bangku cadangan. (acf)